Urusan yang satu ini sangat vital. Bob Geldoff dan Michael Jackson di masa lalu juga sangat peduli untuk urusan perut ini. Tentunya perut manusia di Afrika dalam program kemanusiaan “Live Aid” dan “USA for Africa”. Misi kemanusiaan yang sangat spektakuler itu menghasilkan dana yang sangat besar guna meringankan derita rakyat di benua hitam itu. Namun tampaknya urusan perut itu seakan tidak pernah selesai. Tragedi kemanusiaan semakin bertambah tidak hanya karena alam yang tidak ramah terhadap penghuninya di sebagian benua hitam itu tapi juga disebabkan oleh masalah yang menyangkut ambisi kekuasaan pada para elitenya. Masalah perut juga masih ada di tanah air kita tercinta ini. Mulai dari masalah perut yang benar-benar dialami sebagian masyarakat kita yang memang kekurangan pangan sampai menyangkut tingginya harga pangan sehingga tidak terjangkau. Namun tidak kurang juga urusan seputar perut yang menyangkut para elit dinegeri ini yang sebenarnya nggak kekurangan pangan dan mampu membeli tapi tetap punya kepentingan yang menyangkut urusan seputar perut dalam arti saling berlomba mendapatkan kekuasaan yang semata-mata untuk urusan perutnya sendiri atau golongannya. Kalau sudah begini maka rakyat yang masih punya masalah diseputar perut menonton elitnya yang saling berkelahi untuk “urusan perut” juga. Sama doongggg…..
yaa, begitulah keadaan saat ini yang mungkin akan terus berlanjut hingga aku tak tahu. Barangkali yang penting bagi kita adalah bisa memberikan manfaat kepada keluarga, masyarakat sekitar kita. Amin.
Oleh: nurdin hamid on Juni 17, 2008
at 15:19
KALAU INI INFO SEPUTAR PERUT BENERAN YANG DIDAPAT DARI MILIS. PERLU DICOBA NIH..
Lontong Balap dari Bioskop Ria
Bicara soal makanan khas Surabaya memang takkan ada habisnya rasanya belum selesai kalau belum bicara soal Lontong Balap. Apalagi menu yang satu ini termasuk yang jarang bisa kita temui di Jakarta. Apalagi kalau itu adalah Lontong Balap Bioskop Ria yang sangat terkenal. Nah, sekarang salah satu menu unggulan dari kasanah kuliner Surabaya ini telah hadir di kawasan kita, tepatnya di Jl. Pesanggrahan Raya No 139 (d/a Bebek HT Surabaya). Menu ini berisi lontong (tentu saja), tauge (dalam jumlah yang banyak, sampai bersaing dengan lontongnya sendiri), lento (terbuat dari adonan kacang kedelai dan tepung yang digoreng dan dibubuhi kencur, daun bawang, jeruk purut, dan sedikit garam), tahu goreng, dan sambal petis.
“Sayuran tauge yang membuat makanan ini sangat menyehatkan dan bisa dimakan oleh siapa saja,” kata Benny Tanuhadi, orang yang memboyong makanan arek-arek ini ke kawasan kita.
Tapi, jangan lupa, kalau Anda ingin menyantap Lontong Balap (Rp 10.000/porsi) biasanya takkan lengkap tanpa Sate Kerang (Rp 7.000/5 tusuk). Sate Kerang menggunakan kerang dara yang kecil-kecil dan direbus tanpa dibakar. Sate juga disajikan dengan sambal petis yang menjadi bumbu penting dalam setiap masakan Surabaya.
Aldi Gultom
Star Puri – Jumat, 29 Agustus 2008
Oleh: Herry Soetanto on September 3, 2008
at 15:19
Wah, kirain cerita tentang makanan aja disini, ternyata isinnya macem-macem ya, kayak gado-gado boplo dong. Kalo ngomongin ‘kepentingan perut’ para elit politik sih…cape deeech..
Oleh: Endang on Februari 12, 2009
at 15:19
Kalau urusan perut, tari perut juga menarik. Ada segi keindahannya sampe-sampe,kalau lagi nonton tari perut, kita lupa kalau kita belum makan,lapaaar….Bahkan sekarang ada kelompok ibu-ibu yang gemar goyang tari perut.kalau perlu kurangin makan, lapaaar juga,khan. Yang pasti elite politik atau bukan pasti suka dengan urusan sekitar perut. Yang bikin pusing adalah perut membesar dari perempuan bab 2 atau bab 3, haaiiiyaa….! owe bisa bangkrut. Yang penting aku cinta perut Indonesia.nasionalis,nih. Lha, kalau perut Indonesia isinya uranium, emas, timah, minyak,dsb,dsb, siapa yang nggak sayang dengan Indonesia. Gitu,lho, Pak Herry. Lha, Pak Pengkey, apa kabarnya.Mohon maaf kalau saya baru muncul sekarang. Maklum lagi sibuk dengan perut. Perutan kelapa,wortel….eh!! Oke Pak, hiduup perut…!!!
Oleh: wibowo soemadji on Februari 12, 2009
at 15:19