Studio Soeara Madjoe Perdjoeangan-Teroes Madjoe

Studio Rekaman

Studio Rekaman

Bingung nggak tahu mau ngapain di hari Sabtu 28 Juni 2008. Isteri lagi piknik ke Kuala Lumpur, anak cucu dibawa. Menulis saja di Blog sambil dengarkan CD nya “B’z”, sebuah rock group Jepang yang baru saya terima dari sobatku Mas Tulus di Tokyo. Saya sih nggak akrab dengan band yang satu ini. Cuma setelah disimak baik, ternyata OK banget…Thanks Mas Tulus. Sementara menulis blog, saya teringat sobat lama dari Jogja namanya Mas Bowo. Ini panggilan akrab saya untuk beliau yang Insinyur arsitek dengan nama lengkap Ir. Anjar Prabowo. Cuma yang hebat dari beliau ini adalah “sampingan” beliau diluar profesi resmi sebagai konsultan teknik dan ekonomi. kehebatan yang nggak saya sangka dari beliau adalah ternyata mas Bowo ini juga meneruskan hobby lama dibidang musik. Seingat saya, dia dulu waktu kuliah cuma pendengar alias penikmat musik yang kalau diukur dengan jaman kala itu (sekitar akhir 1970an) adalah penikmat musik serius. Serius disini adalah dalam arti hapal dengan dialog maupun lagu-lagu dari opera rock kala itu yaitu “Jesus Christ Superstar”. Selain itu, juga punya koleksi kaset (kala itu masih kaset bukan CD) yang diterbitkan oleh Perina, Aquarius, Yess dan lain-lain. Musiknya juga mulai dari Yes, Kansas, Styx dan sebagainya. Kalau lagi “nongkrong” bersama beliau, yang diomongin ya disekitar musik (dan balap motor trail yang saat itu lagi musim). Kembali kepada awal tulisan, mau kemana hari sabtu ini? Muncul sobatku yang lain yaitu Bung Syamsul. Kita tadinya mau tengok acara “Urban Fest” yang digelar di Ancol. Yah cari penyegaran sambil mau lihat apa sih festival orang perkotaan. Tapi dalam perjalanan kita belok arah menuju lokasi tempat adikku Ady bekerja sebagai music director di Fox Indonesia. Dari sana kita putuskan untuk menuju bilangan Bintaro berkunjung ke tempatnya mas Bowo yang konon punya studio rekaman. Mas Bowo punya studio rekaman??? Wah hebat sahabatku ini. Dia nggak punya latar belakang sebagai musisi tapi sekarang malah punya studio musik. Akhirnya tibalah kita di tempat mas Bowo. Relax betul kita ngobrol-ngobrol nostalgia sekaligus tanya ini itu tentang studionya. Kenapa sih namanya kok “Soeara Madjoe Perdjoeangan” ada hubungan dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan? Dia bilang, tadinya bernama Apricot studio. Tapi katanya kurang “ndeso”. Oleh sebab itu dicari nama yang punya nuansa “ndeso” alias kampungan misalnya “lancar maju”, “maju jaya” dan sebagainya. Akhirnya studio rekamannya dinamakan “Soeara Majoe Perjoeangan”. Nggak “ndeso” sih tapi unik. Kalau dikasih nama “lancar maju”, “usaha lancar” atau “maju jaya” malah kayak nama toko bahan bangunan atau nama perusahaan bis antar kota. Pokoknya begitulah ceritanya. Sambil jalan ke ruang studio yang nggak besar bahkan boleh dibilang sempit, mas Bowo tunjukkan koleksi gitar yang salah satunya bekas milik group kondang asal Inggris yaitu “Oasis” yang diperoleh dari suatu lelang di Jepang. Terus di studionya, beliau tunjukkan drum bekas milik group rock kondang asal Amrik yaitu “Aerosmith”. Didalam studionya, beliau tunjukkan sejumlah amplifier merk “Marshall”, tapi bukan sembarang “Marshall” karena amplier itu bekasnya band rock surabaya yang namanya SAS (Sunatha, Arthur dan Syeh Abidin). Trio ini dulu beken banget sebagai pecahannya rock band AKA yang dimotori Ucok Harahap (hayo…rockers tuwo di republik ini pasti ingat dengan AKA dan SAS). Selain amplifier bekas SAS, masih ada amplifier bekas lainnya yaitu yang pernah dipakai Eros nya Sheila on 7. Menurut mas Bowo, suara yang muncul dari amplifiers “bekas” itu khas. Kalau tentang studionya, banyak juga musisi yang melakukan mixing dan mastering di Soeara Madjoe Perjoeangan Studio. Kembali lagi disini kita lihat bahwa yang namanya hobby kalau ditekuni (apa lagi kalau didukung finansialnya ya mas Bowo) bisa membawa hasil disamping profesi yang ditekuni. Konon Andra and the Backbone, Maia dan sejumlah musisi terkenal selesaikan proses rekamannya di studio rekaman ini. Ini bukan iklan, cuma mau kasih unjuk bahwa untuk urusan yang menyangkut ekonomi kreatif khususnya musik di republik ini, sudah berjalan dan masyarakat alias komunitasnya sudah “berdaya” tanpa perlu “diberdayakan” lagi. Bravo mas Bowo…teroes madjoe.

Tanggapan

  1. Selamat berbagi info tentang moesik atawa apa sadja Mas. Semoga memang akan terbit kemadjoean di segala bidang kehidoepan. Apalagi tentang koleksi moesik2 njenengan Mas. Selamat!

  2. padat dan berisi blognya,
    sukses dan salam kenal dari saya

    lysthano
    http://www.indonesiantunes.com

  3. dari hobi hingga menjadi bermanfaat bagi diri sendiri dan juga buat orang lain. mungkin ini yg disebut hobi kreatif. sy melihat dari sisi keseriusannya yg dari dulu menyukai musik hingga akhirnya mempunyai studio musik dan sempat pula dipakai rekaman oleh band indonesia yg skrang sdg populer (andra & maia).sy setuju dengan sebutan hobi serius tapi saya menyebutnya hobi yg kreatif dan berkembang.informasi yg sangat bermanfaat. “madjoe teroes indonesia”

  4. Wouw Mas Herry bisa aja, saya surprise sekali waktu saya terkapar di RS Mitra Keluarga dan puluhan tahun tidak ketemu dapat ketemu kembali, plus oleh-olehnya CD X’mast Camel…luar Biasa.
    Saya Masih ingat betul kamar Mas herry yang penuh dengan Piringan Hitam di Yogya, yang saya kagum saat itu ada album Genesis a Trick of the Tail, mungkin sudah puluhan tahun tapi album lagu itu tetap saya dengarkan sampai sekarang puluhan tahun…belum bisa membunuh Genesis di telinga saya, album terakhir Live over Europe masih sangat prima semua personilnya.
    Yah namanya musik kalau sudah merasakan pasti tidak akan bisa lepas, setiap malam tidak pernah berhenti, saat ini sedang buat albumnya Erick (soloisnya Ada Apa dengan Cinta-album ke 3), sudah ancang-ancang bikin experiment dengan Stevie Backbone untuk album experiment nya, juga sedang menyusun strategi sound gitar next albumnya Andra and the backbone…..wah menyenangkan sekali, seperti kalau rekaman di Kataketik dulu…he he.
    Saya tetap merindukan gebukan drum nya mas Herry baru saja saja dapat DW snare Edge 8×14″ suaranya rock Jadul Banget, juga baru saja jadi Ebony snare OCDP seperti punya 311…meriah mas kapan-kapan residivist Rock harus bikin komposisi lagi.
    Ditunggu kunjungannya lagi di Soeara Madjoe Perjoeangan, salam untuk seluruh keluarga

  5. Hebat pak Bowo, koleksi alat musik bertambah lagi nih…Aku punya cerita ringan pak. Saya baru balik dari Manado untuk urusan kantor. Biasa deh, kerjaan non-musik yang sudah diemban lebih dari 20 tahun. Tapi saya bukan mau cerita urusan kerjaan. Saya mau cerita bahwa waktu di Manado itu saya nginep di Hotel Gran Puri. Nah di hotel itu ada clubnya dan yang lagi main band dari Surabaya. Saya sudah banyak lihat band yang main di cafe. Band dari Surabaya yang saya lihat di club nya Hotel Gran Puri Manado ini termasuk band yang saya anggap bagus. Sayangnya saya lupa nama band ini. Ok lah nanti bisa kita lacak band Surabaya ini. Band ini memainkan berbagai jenis musik pop dan rock mulai ’80s, ’90s sampai gaya rock masa kini termasuk Emo. Nah acara di Cafe kan biasa ada “request”. Kalau sudah begini biasanya aku mau tahu kepiawaian band yang lagi tampil dengan request lagu yang nggak biasa dimainkan di cafe. Aku minta playlist mereka dan saya request lagu yang saya yakin pasti jarang dimainkan di cafe (kalau di panggung pertunjukan mungkin sering). Aku minta mereka memainkan lagi “Black Parade” dari My Chemical Romance. Eh ternyata mereka memainkan lagu tersebut dengan sempurna. Wah lumayan juga band ini. Karena mungkin mereka mikir juga siapa sih pengunjung yang minta lagu nggak lazim dmainkan di cafe, apa lagi cafe yang pengunjungnya umum bukan spesifik. Pada waktu jedah mereka ngumpul ketempat duduk aku dan terjadi obrolan mengenai musik, termasuk ngomongin info dari pak Bowo tentang snare drum DW nya dan kegiatan yang pak Bowo sebutkan di Studio Soeara Madjoe Perdjoeangan. Omong punya omong mereka akhirnya tahu kalau saya masih hobby gebuk drum. Alhasil jadilah jam session dengan band ini. Hasilnya asyik punya yaitu memainkan Smoke on the Water nya Deep Purple dan Final Countdown nya Europe. Ternyata anak-anak band yang kelahiran generasinya Blink atauLinkin’ Park ini memainkan lagu-lagu rock “tua” yang saya sebutkan itu dengan sempurna. Lha aku sendiri gimana sebagai drummer nya. Jangan kuatir pak, masih punya stamina kok dan bikin anak-anak band itu gembira bukan karena mereka bisa mengikuti permainan drum saya, tapi justru saya bisa mengikuti permainan mereka. Cuma…nah ada cumanya nih..berhubung saya termasuk kategori manusia lanjut usia maka yang terjadi kemudian adalah tangan dan kaki langsung kram alias kejang otot he..he..Lha wis tuwo kok ora rumongso. Nanti deh rekaman videonya saya muat biar bisa dinikmati publik he..he Siapa tahu ada yang masih cari drummer tuwo. Jadi soal residivis rock yang harus bikin komposisi seperti yang pak Bowo sebutkan tadi perlu kita pertimbangkan lebih lanjut. OK pak Bowo, thanks for your comment, dan edarluaskan blog multi topik nan pluralistis ini kepada sobat-sobat anda.

  6. Mas Bowo masih ingat saya , Rudy Bonham ( Julukan saya dari mas “Bonjrot”/Sepupunya Sam/Magelang ), warga Christmas Camel bagian pencet kibor / adine mas Herry Gepeng, kapan kapan kudhune “rokers toewo” van Jogja podho rekaman di Soeara Madjoe Perdjoeangan jo.., termasoek djoega orkes “Djaran Goejang”…., he…he…, pije kabare mas…., Insya Allah kalau ke Djakarta saja tak mampir wis.., saya di djogja sok ketemu mas Cahyo , lha wong bu Cahyo konco arisane istri saya je….., Salam kemadjoean mas !!

  7. Selamat Pak Bowo…tambah sukses nih Pak dah masuk pangkalan Herry Soetanto.
    Salam untuk Ipank, Eric, Mas Doni, Wiku, pokoknya buat keluarga semua.
    Saya sekarang masih di Jakarta belum sempat main lagi ke rumah Pak Bowo.
    Kapan rencana bikin album sendiri pak??katanya mo bikin album oldist…

  8. Assalamu’alaikum.
    Salam Kenal, saya bernama Marwan Nasution, S.Kom., S.Pd., saya paling suka sama musik slow rock Malaysia seperti band exit,e.y.e,slam dan yang lain-lain dan saya suka bernyanyi dan menciptakan lagu. Kata teman-teman saya lagu ciptaan saya bagus seperti lagu band Malaysia. Saya ingin sekali merekam lagu ciptaan saya yang sudah banyak. Tetapi saya tidak tahu caranya dan tidak ada biaya. Saya berharap kiranya bapak membantu saya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
    Wassalamu’alaikum.

    • Salam kenal juga bang Marwan Nasution. Kalau sudah banyak lagu ciptaannya boleh dicoba kepada produser yang ada. Tapi kayaknya trend musik sekarang ya yang kayak yang muncul diacara-acara TV itu. Tapi nggak ada salah dicoba.


Beri tanggapan

Your response: