Memelihara hobby-hilangkan stress

Perlu punya hobby

Perlu punya hobby

Rasanya nggak ada manusia yang nggak punya hobby atau kesenangan. Apapun bentuknya mulai dari olahraga, seni budaya dan lain-lain. Aneh kalau manusia nggak punya hobby karena pada dasarnya manusia tentunya punya cipta, rasa, dan karsa. Hobby bisa jadi sekedar penyaluran cipta, rasa dan karsa. Bisa juga nenjadi peluang untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga menjadi suatu kegiatan produktif, misalnya hobby memasak bisa mengarah kepada usaha buka warung atau restoran. Hobby musik bisa mengarah menjadi musisi profesional sampai kepada industrinya. Hobby baca tulis bisa dibuat serius dengan menulis buku atau kalau diteruskan bisa mauk kepada industrinya misalnya punya percetakan sampai jadi penerbit, terusnya punya toko buku misalnya. Hobby berakting boleh dipupuk untuk jadi pemain sinetron, karena bidang yang satu ini juga bisa punya prospek kedepan. Hobby yang ini bisa mengarah menjadi pesohor alias selebriti. Nah pada tahap ini peluangnya bisa lebih luas, mulai jadi bintang iklan sampai jabatan legislatif maupun eksekutif. Mengapa tidak??? Hobby diskusi atau berorganisasi juga bisa diteruskan dengan menghimpun group diskusi, bikin acara talk show di media elektronik, dan menjelang pemilu bisa diarahkan untuk bikin partai politik. Kalau yang ini diteruskan bukan tidak mungkin untuk jadi politisi handal terus masuk parlemen dan boleh juga kalau mau bertarung di pemilihan presiden. Tapi yang pasti perlu jelas antara profesi dan hobby. Rasanya tidak ada hobby kok bertempur sehingga jadi tentara, atau hobby berbakti kepada masyarakat kemudian jadi pegawai negeri, atau hobby sekedar ngumpulin duit terus jadi pengusaha. Semua mesti jelas mana yang hobby dan mana yang profesi. Memelihara hobby sangat baik untuk menghilangkan stress yang timbul dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan sebagai profesi. Tekanan pekerjaan sehari-hari memerlukan sesuatu yang bisa mengendorkan tekanan itu. Nah buat yang punya profesi sebagai pejabat negara, pegawai negeri atau abdi negara dan pelayan masyarakat lainnya, perlu hati-hati jangan sampai hobby yang dimiliki membuat anda menyalahgunakan kewenangan yang anda miliki dalam profesi anda. Hobby golf ya bayar sendiri atau patungan, hobby kumpulin barang antik ya jangan mengharapkan dikasih orang dan sebagainya, hobby nulis ya jangan minta orang lain yang nulis terus diaku karangan sendiri. Kalau hobby musik atau olah raga kemudian menjadi pembina kegiatan itu di tempat kerjanya ya masih ok saja. Kalau diundang main golf atau ditraktir nonton konser rock ya kayaknya masih ok lah. Mudah-mudahan nggak dianggap gratifikasi… Lha hobby saya apa ya? Nggak usah cerita panjang lebar, anda cukup kunjungi lokasi menyangkut hobby saya di http://uk.youtube.com/user/woodelsjkt silahkan kunjungi pasti siip…Selera musik rock ’60s, 70s, sampai rock yang jaman sekarang bisa dinikmati disini. Visit: http://uk.youtube.com/user/woodelsjkt

Tanggapan

  1. Tulisan saya ini saya kasih komentar sendiri dengan tujuan berbagi info dan pengalaman. Seperti saya duga, ternyata hobby musik dengan profesi ada bedanya. Salah satunya adalah Bung Benny Subardja yang insinyur dan Gitaris/vokalis Group Rock kenamaan masa lalu yaitu “Giant Steps” ternyata punya profesi yang ok banget. Kalau penasaran dengan profesi/bisnis beliau (yang saya yakin menunjang hobby musik beliau), silahkan kunjungi website ini :

    http://www.freewebs.com/bentshpf/index.htm

  2. Menekuni hobi adalah ritual penyegaran jiwa agar tetap ‘hidup’ dengan ide kreatif dan membuat perjalanan waktu lebih variasi dan berarti. setiap pelatihan intuitif berarti memberdayakan emosional dan otak kanan, sehingga berimbang dan memberikan efek dalam memandang kehidupan bukan hanya hitam putih tapi lebih berwarna… (seperti pelangi, he3..) selamat berkarya Mas…

  3. hobi akan menjadi hal yg berguna dan sangat baik jika dikembangkan hingga menjadi suatu yg kreatif dan bermanfaat buat sendiri maupun orang lain, sy setuju bila hobi itu bisa menjadi suatu profesi, seperti hobi menulis sehingga menjadi penulis dll yg disebut diatas. tapi ada juga yg punya hobi tapi tidak bakat itu bagaimana ya?,apakah bisa mengembangkan hobi itu, tp bagi sy meluangkan waktu u/ hobi lebih baik,sperti dalam buku latahzan halaman 14 yg mengatakan “isilah waktu luangmu,apabila tidak diisi waktu luang mu maka akan di isi oleh setan”, maka lebih baik mengisi waktu dengan hobi dari membuang waktu itu dgn tidak melakukan apa2,yg akhirnya bisa dilewati setan itu dan terpikir hal2 yg negatiif, sperti selingkuh atau hal2 lain yg negatif,wah gawat tuch…, he9x tulisan yang sangat baik dan membuat kita jadi berpikir agar hobi menjadi hal yg kreatif. :)

  4. aku setuju dengan mas herry , memang setiap manusia mempunyai hoby dan itu saya rasa tidak bisa dihilangkan …….bagaimana mas sampai saat sekarang masih suka kangen2 an dengan bermusik atau jam section …….kalau membaca tulisan mas herry pasti masih ……he3…….kapan2 mas kalau ke jogja ada waktu dan kesempatan aku pengin dengerin anda menabuh beduk lagi……..he3 ,mudah2 an masih inget sama aku ……

  5. hobi bisa apa aja ya om…daveplasenta.blogspot.com


Beri tanggapan

Your response: