Sedikit cerita dari “Jakarta Jam!”

Jakarta Jam 2008

Jakarta Jam 2008

Akhirnya terselenggaralah event yang satu ini. “Jakarta Jam!” yang digelar di Tennis Indoor Senayan tanggal 31 Juli-1 Agustus 2008. Tontonan cukup menarik dengan penampilan Simple Plan, New Found Glory, Andra and the Backbone, Lost Prophets, dan Melanie. Kayaknya ini salah satu manfaat dari ditariknya travel advisory nya Amerika Serikat terhadap Indonesia??? Jangan GR ya karena meskipun travel advisory waktu itu masih ada namun musisi terkenal mancanegara tetap saja datang ke Indonesia. Pasar kita gede mas…dan orang berduit pasti nonton dan yang kantongnya pas-pasan pasti upaya buat beli tiket yang nggak murah juga. Buat yang kantongnya pas-pasan upaya pinjam sana-sini atau ngurangin rokok nih.

Hari Kamis sore tanggal 31 Juli lalu saya bersama kawan-kawan yang juga tergolong penggemar musik rock angkatan “tuwo” muncul di arena pertunjukan. Penampilan nggak kalah sama yang remaja fans nya Simple Plan atau One Republic. Kaos hitam…gambarnya H.I.M dan Yes (salah satu ciri rockers “tuwo”)…Cuma yang membuat kita-kita merasa “kecewa” kalau nonton group rock masa kini adalah disambut sama penjaga pintu yang periksa tiket dengan sapaan “silahkan OOM atau silahkan PAK”. Wah…baru inget deh kalau kita berusia sudah lebih dari setengah abad. Memang bukan cuma kita yang muncul ditengah konser rock semacam “Jakarta Jam!” ini, ada juga sejumlah ABG tahun ‘70an atau ‘80an yang hadir. Cuma mereka ini biasanya antar putra-putrinya atau ya memang kayak kita juga yaitu rockers terus sampai tua!!! Nggak apa-apa…”Never too old for Rock and Roll” demikian kata Jethro Tull suatu Kelompok musik progressive dahulu kala. Kita kembali ke liputan ini. Suasananya enak karena penyelenggara menyediakan halaman Tennis Indoor kayak bazar. Ada panggung terbuka, tenda-tenda sponsor (pasti dong), dan tenda untuk jual makanan. Jadi sebelum masuk ke ruang pertunjukan, kita bisa nonton sejumlah group musik dan cari makanan untuk ganjal perut mengingat acara utama akan berlangsung selama sekitar 4 jam. Fungsi panggung terbuka di luar gedung selain untuk pertunjukan bagi pengunjung sebelum masuk ke gedung, juga untuk pengisi waktu pada saat setting alat musik pada saat pergantian dari satu group ke group lainnya. Kami sendiri nggak terlalu akrab dengan kelompok musik yang tampil di panggung terbuka itu, tapi kalau dari yang tertera di tiket, mereka adalah Kelompok musik “Air Hostess for Vacation” dan “Scared of Gums” (tolong betulin kalau salah) pada hari pertama dan “Lipgloss” dan “The Morning After”). Ringkas kata dari segi suasana cukup enak buat penonton. Ok, kita masuk gedung dan “Andra and the backbone” langsung buka acara. Tanpa komentar banyak, saya melihat group ini tampil ok dan menunjukkan bahwa musik mereka cukup dewasa, dapat diterima publik, personilnya sudah matang dalam arti usia maupun penguasaan atas instrumen yang jadi tanggung jawabnya. Yah apa lagi…mereka punya album rekaman yang cukup sukses dan manggung sudah makanan sehari-hari…Next adalah “New Found Glory”. Kami yang “tuwo” ini nggak terlalu akrab dengan musik mereka. Sudah saya coba dengan mendengar terlebih dahulu rekaman “live” mereka, dan kayaknya masih bisa dicerna kuping. Namun begitu mereka naik panggung, volume begitu keras membuat musik mereka buat saya jadi sulit diikuti. Saya buat perbandingan dengan pada waktu nonton “Story of The Year” beberapa waktu yang lalu. Saya juga nggak akrab sama sekali dengan band ini, tapi saya masih bisa mengikuti dari segi ritme, melody, dan sebagian liriknya. Volumenya keras tapi tidak sekeras “New Found Glory” yang juga soundnya jadi terkesan berisik. Saking penasaran, keesokan harinya aku putar lagi rekaman “live” New Found Glory, setelah itu baru saya paham lagu-lagu yang mereka bawakan di Tennis indoor itu. Penampil berikutnya pada Jakarta Jam! hari pertama adalah “Simple Plan”. Buat saya, karya musik mereka “lebih tertib” dari pada New Found Glory. Paling tidak saya bisa menangkap repertoir yang mereka bawakan malam itu berdasar dua album rekaman mereka yang terakhir. Simple Plan buat saya ok, setidaknya mereka sudah kenal publik Jakarta karena kali ini adalah penampilan kedua mereka di Jakarta, dan kayaknya sound-system mereka “nyetelnya” rada lebih ok daripada New Found Glory. Lanjut ke hari kedua Jakarta Jam! tanggal 1 Agustus 2008. Sore itu udara juga cerah, kita-kita para rockers “tuwo” kembali muncul di arena tennis indoor. Dari pengamatanku, kayaknya pengunjung lebih sedikit daripada kemarin malam. Tampaknya pamor Simple Plan dan mungkin Andra and the Backbone merupakan pemikat kehadiran pengunjung pada malam pertama. Pada hari kedua ini para calo tiket mulai menawarkan tiket harga korting menjadi sekitar Rp. 400 ribuan. Saya rasa semakin malam harganya bisa jadi lebih rendah lagi. Jelas sekali bahwa penampil malam ini tidak terlalu bisa memikat kehadiran pengunjung. Kalaupun pengunjung bertambah, perasaan saya mengatakan bahwa itu disebabkan bertambahnya fans dari “One Republic” yang hadir setelah penampilan “Melani” dan “Lost Prophets”. Saya nggak perlu cerita situasi sebelum pertunjukan karena suasananya seperti malam sebelumnya. Cuma bedanya kita-kita yang sudah “uzur” ini makan ketupat betawi dulu sebelum masuk tennis indoor. Inilah enaknya nonton konser rock di Jakarta, sebelum masuk gedung makan malamnya bukan hamburger atawa hot dog tapi ketupat sayur betawi…..nah masuklah kita kedalam tennis indoor. Ternyata penonton masih sepi pada saat Melani dan groupnya muncul di panggung. Penampilan Melani saya yakin bukan penampilannya yang maksimal, selain karena penonton yang belum atau nggak penuh, juga karena saya yakin tidak banyak publik yang akrab dengan beliau yang satu ini. Kayaknya Melani berupaya agar acaranya tetap menarik yaitu dengan cara mengajak sejumlah penonton cewek ABG tampil ke panggung untuk menari sesuai lagu rock yang disajikan. Akibatnya, pementasan Melani and her group jadi kayak main di acara sekolahan alias pensi. memang jadi rada kasihan sih…. Tapi penonton rada terhibur dengan pemunculan Ridho, gitaris Slank buat bikin jam session sedikit. Lumayanlah….

Sekitar pukul 20.00 muncullah “Lost Prophets” dengan latar belakang beberapa spanduk yang dipajang secara vertikal sebagai backdrop nya. Band dari Wales ini bermain lumayan. Mereka mampu menggoyang penggemarnya dalam raungan musik rock yang mereka bawakan. Penampilan keenam personilnya lumayanlah. Sebagai rock group masa kini, adanya formasi pemain keyboard bisa jadi membuat musik yang mereka sajikan terasa jelas melodinya. Saya sendiri nggak akrab dengan musik mereka, tapi berbeda dengan New Found Glory malam sebelumnya, buat saya penampilan “Lost Prophet” cukup mengesankan (paling nggak saya berusaha cari dengar di youtube dan mau cari CD nya).  Setelah waktu jedah sekaligus waktu buat mempersiapkan peralatan buat “OneRepublic”, maka atraksi penampil utama malam itu saya tunggu dengan rasa keingin tahuan. Rasa keingin tahuan saya itu karena saya cukup akrab dengan lagu-lagu dari kelompok musik ini. Rasa penasaran menonton “OneRepublic” buat saya sama penasarannya seperti waktu pertama kelompok ini release album “Dreaming Out Loud” dan saya saat itu di Manila. Saya nggak nyangka ada kelompok musik yang formasinya cukup unik ditengah hingar bingarnya kelompok musik yang hanya pakai dua gitar, bass, drum dan vokalis. OneRepublic ini formasi kedinasan dalam hal pegang alat cukup lengkap. Si pemain bass nya suka diganti oleh gitarisnya karena beliau pindah tugas main Cello (ini juga yang bikin format group ini cukup unik). Lha si pemain gitarnya selain sekali-sekali gantiin main bas juga dapat tugas jagain notebook yang sudah diprogram untuk sejumlah intro maupun ilustrasi lagu. Pokoknya sekali lagi band ini unik dan bagus sebagai pendatang baru. Penyanyi utamanya merangkap keyboard player dan tetap punya kharisma sebagai pengendali penampilan OneRepublic. Buat saya yang penggemar rock dari angkatan “tuwo” ini kehadiran OneRepublic inimengingatkan saya dengan sebuah kelompok musik 70-80an yang namanya “Supertramp”.  Band asal Colorado ini kemudian melantunkan lagu-lagunya ”Say (All I Need)”, “Stop and Stare”, “Someone to Save You”, dan tentunya lagu sangat ditunggu penggemarnya yaitu “Apologize” dan lain-lain. Yah nggak heranlah sambutan penonton cukup heboh pada waktu “Apologize” berkumandang. Mereka turut bernyanyi, dan hebatnya lagi ada sejumlah penonton yang cabut dari tennis indoor begitu lagu ini selesai dibawakan. Hebat betul penonton-penonton itu, mereka mungkin bayar Rp. 650 ribu buat satu lagu ini??? Setelah sebagian besar lagu dari album “Dreaming Out Loud” dibunyikan, saya masih mikir bagaimana kalau band ini kehabisan stok lagu. Apakah mereka mau membawakan lagu yang mungkin sudah dikarang untuk album mereka berikut atau memperpanjang-panjang dalam memainkan sisa lagu yang ada. Ternyata tidak.  ”OneRepublic” dengan kreatifnya membawakan dua lagu secara cover version punyanya Rihanna yaitu “Umbrella” dan “Bitter Sweet Symphony”-nya The Verve. Penonton terkejut namun juga menyambut baik karena selain sudah akrab dengan lagunya, “OneRepublic” juga membawakannya dengan sangat baik dan sekali kreatif sehingga yang muncul tetap “sound” dan gaya musik dari “Onerepublic”. Yah begitulah….acara berakhir dengan selamat, penonton puas, dua malam yang mengesankan dan…dan…apa lagi??? Sering-sering aja acara kayak begini, musisi yang bagus, penonton yang tertib dan dapat mengapresiasi sajian musiknya, cuma…..mbok lain kali cari tempat yang lebih baik dari Tennis Indoor agar kualitas suara yang dihasilkan juga lebih sempurna. Sampai ketemu lagi.

Jakarta, 8 Agustus 2008

Herry Soetanto

Tanggapan

  1. Harga tiketnya berapa ni Pak?

  2. pak… bs dunk numpang promo band…

  3. Dear Vera,

    Untuk harga tiketnya udah bisa di-cek tuh di http://ticketbox.detik.com/ atau http://www.rajakarcis.com/

    Tapi dia ngga ada harga paketnya, ngga seperti Java Jazz yang ada harga paket 3 hari, kalo ada kan pasti lebih murah dibandingkan beli tiket harian. Uhhmm.. kenapa ya? *thinking icon*..

    Seru juga sih kalo liat performers yang akan main nanti… Sooo Pak Herry banget kayaknya ya?.. Bapak pasti nonton ya?.. Atau ada jadwal sidang yang lebih mendesak ya Pak?… hehehe..

  4. kalo menurut saya menampilkan melanie itu kesalahan besar penyelenggara,kalo yang ditampilkan u/ penyanyi wanita indonesia saya rasa lebih tepat di isi oleh maia & frend hehehe pasti lebih seru ceritanya.
    btw white snake tgl 31 oktober 2008 akan show ditennis indoor senayan lagi, bgmn pa berminat kah? :)

  5. Whitesnake??? Yah jelas dong.


Beri tanggapan

Your response: